recent posts

banner image

Aku Bukan Gila, Aku Hanya Lupa

Aku bukan gila. Aku hanya lupa. Manusia bukankah memang pelupa?

Belakangan aku begitu menikmati hal itu. Layaknya suatu Havana, kesenangan semata. Aku begitu menikmatinya.

Kupikir hatiku sudah mati. Aku merasa sekitarku semakin tidak berharga,  bahkan diriku sendiri. Aku mulai menjadi robot. Apakah aku harus menjadi robot? Tidak, seharusnya tidak.

Tapi aku pun tidak boleh jadi pemalas. Orang-orang akan terus meremehkanku termasuk diriku sendiri membenci diriku. Aku tidak boleh malas, tidak boleh.

Oh iya, aku ingin menyampaikan ini kepadamu:

 
Ilustrasi (foto: sickchirpse.com)
Sekecil malam-malam kemarin. Aku begitu mengerti bahwa semua itu berharga. Aku paham bahwa aku selalu lupa. Betapa kamu telah berusaha.

Tidak ada makna, tidak ada yang bisa dijadikan kesalahan, karena semua itu relatif. Kita sama-sama salah, tapi juga sama-sama benar.

Bagaimanapun kita sudah berusaha melakukan yang kita bisa. Tapi benar juga apa kata manusia-manusia di luar sana, bahwa kisah cinta tidak harus semestinya. Tidak ada yang semestinya.

Semua penuh perbedaan. Hanya kita yang tak sanggup menerima itu. Semua semakin rancu dan rancu ketika dipaksakan menjadi yang kita mau.

Kenangan lama kita tampaknya baru kita rasakan setelah lama berpisah. Tapi saat itu datang, jangan terlalu menyedihkan. Saling menyapa dan tersenyum mungkin bisa mengobati hati kita.

Seandainya semesta tahu kalau aku masih butuh kamu, mungkin mereka akan mendukung. Tapi mereka tidak tahu dan aku pun tidak mau mengakuinya. Aku terlalu sibuk dengan semua. Semesta tidak lagi suka akan sikapku yang terlalu sombong, begitupun kamu yang mencoba memberitahuku akan itu.

Sekarang hanya redup dan gemerlap masa depan yang mungkin kita raih. Ya, seperti katamu, berserah pada Tuhan, itu jalan terbaik.

Aku menyayangimu dan akan terus begitu. Semangatmu adalah semangatku. Meski kini tidak seperti dulu, paling tidak kita masih bisa sedikit bercerita apa yang bisa diceritakan.

Jangan ragu mengungkapkan resahmu, aku akan sangat berusaha menghentikan waktu untuk ceritamu.


Ya, hela napasku terasa berat sekarang, tapi optimisme masa depan perlu kita raih. Hidup lebih baik ya, agar kamu bahagia. J



Aku Bukan Gila, Aku Hanya Lupa Aku Bukan Gila, Aku Hanya Lupa Reviewed by Hotlas Mora Sinaga on January 19, 2018 Rating: 5

No comments:

Terimakasih sudah membacanya! Tetap berbuat baik adalah pilihan.

Powered by Blogger.